
kekasih usah bersedih rinduku kan temanimu walau memang hanya sekedar lampiaskan sedihmu yakinlah semua kan cepat berlalu jangan sesali semua rasa yang pertemukan kita karena dirimu kan selalu di hati
# lyrics from Dihatiku by Signy
*in search of sunset...
Kembali lagi ke Sukamantri, kembali ke rimbunnya pepohonan bareng JPers...
28 - 29 Juni '08, Desa Sukamantri, Bogor.
Biaya : Rp. 45.000,-/org Pendaftaran : Obie +6285693208384 (obielw2000@yahoo.com)
when you're down.. i lift you up..
when you need someone to talk.. i listen to you..
when you're crying.. i give you my shoulder..
when you're sad.. i cheer you up..
now you're happy.. and i'm the forgotten one...
Dikutip dari tulisan Fanani, M. Firdaus dalam MailingList Hornet
Tanpa disadari terkadang sikap apatis menyertai saat langkah kaki mengarungi tuk coba taklukkan ibukota negri ini. Semoga kita selalu diingatkan.
Sekedar berbagi cerita di forum orang orang super dalam keindahan hari ini :
Siang ini February 6, 2008 , tanpa sengaja ,saya bertemu dua manusia super. Mereka mahluk mahluk kecil , kurus ,kumal berbasuh keringat. Tepatnya diatas jembatan penyeberangan setia budi , dua sosok kecil berumur kira kira delapan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam. Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue diujung jembatan , dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tangan lebar lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan "Terima kasih Oom !". Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan Cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk kearah mereka. Kaki - kaki kecil mereka menjelajah lajur lain diatas jembatan , menyapa seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki laki itupun menolak dengan gaya yang sama dengan saya, lagi lagi sayup sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka . Kantong hitam tampat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok disudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta . Saya melewatinya dengan lirikan kearah dalam kantong itu , duapertiga terisi tissue putih berbalut plastik transparan .
Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita , senyum diwajah mereka terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang manggayut langit Jakarta .
" Terima kasih ya mbak .semuanya dua ribu lima ratus rupiah!" tukas mereka , tak lama siwanita merogoh tasnya dan mengeluarkan uang sejumlah sepuluh ribu rupiah .
" Maaf , nggak ada kembaliannya ..ada uang pas nggak mbak ? " mereka menyodorkan kembali uang tersebut. Si wanita menggeleng, lalu dengan sigapnya anak yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter.
" Oom boleh tukar uang nggak , receh sepuluh ribuan ?" suaranya mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka . sedikit terhenyak saya merogoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian food court sebesar empat ribu rupiah .
" Nggak punya , tukas saya !" lalu tak lama siwanita berkata " ambil saja kembaliannya , dik !" sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya kearah ujung sebelah timur.
Anak ini terkesiap , ia menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakkannya kegenggaman saya yang masih tetap berhenti , lalu ia mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Siwanita kaget , setengah berteriak ia bilang " sudah buat kamu saja , nggak apa..apa ambil saja !", namun mereka berkeras mengembalikan uang tersebut. " maaf mbak , Cuma ada empat ribu , nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan !" Akhirnya uang itu diterima siwanita karena sikecil pergi meninggalkannya.
Tinggallah episode saya dan mereka , uang sepuluh ribu digenggaman saya tentu bukan sepenuhnya milik saya . mereka menghampiri saya dan berujar " Om , bisa tunggu ya , saya kebawah dulu untuk tukar uang ketukang ojek !".
" eeh .nggak usah ..nggak usah ..biar aja ..nih !" saya kasih uang itu ke sikecil, ia menerimanya tapi terus berlari kebawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek.
Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak yang satunya , " Nanti dulu Om , biar ditukar dulu ..sebentar "
" Nggak apa apa , itu buat kalian " Lanjut saya " jangan ..jangan Om , itu uang om sama mbak yang tadi juga " anak itu bersikeras
" Sudah ..saya Ikhlas , mbak tadi juga pasti ikhlas ! saya berusaha membargain, namun ia menghalangi saya sejenak dan berlari keujung jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat , secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan berlari kearah saya.
" Ini deh om , kalau kelamaan , maaf .." ia memberi saya delapan pack tissue
" Buat apa ?" saya terbengong
" Habis teman saya lama sih Om , maaf , tukar pakai tissue aja dulu " walau dikembalikan ia tetap menolak .
Saya tatap wajahnya , perasaan bersalah muncul pada rona mukanya . Saya kalah set , ia tetap kukuh menutup rapat tas plastic hitam tissuenya . Beberapa saat saya mematung di sana , sampai sikecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu , dan mengambil tissue dari tangan saya serta memberikan uang empat ribu rupiah.
"Terima kasih Om , !"..mereka kembali keujung jembatan sambil sayup sayup terdengar percakapan " Duit mbak tadi gimana ..? " suara kecil yang lain menyahut " lu hafal kan orangnya , kali aja ketemu lagi ntar kita kasihin ..." percakapan itu sayup sayup menghilang , saya terhenyak dan kembali kekantor dengan seribu perasaan.
Tuhan ..Hari ini saya belajar dari dua manusia super , kekuatan kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya trenyuh , mereka berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra , mereka tahu hak mereka dan hak orang lain , mereka berusaha tak meminta minta dengan berdagang Tissue . Dua anak kecil yang bahkan belum baligh , memiliki kemuliaan diumur mereka yang begitu belia.
YOU ARE ONLY AS HONORABLE AS WHAT YOU DO
Engkau hanya semulia yang kau kerjakan.
MT
Saya membandingkan keserakahan kita , yang tak pernah ingin sedikitpun berkurang rizki kita meski dalam rizki itu sebetulnya ada milik orang lain . "Usia memang tidak menjamin kita menjadi Bijaksana , kitalah yang memilih untuk menjadi bijaksana atau tidak"
Ceritanya mau beli keril baru untuk menggantikan keril yang lama. Keril yg lama selain udah ga nyaman dipakai, ke Sukamantri aja udah sakit pundak gimana mo hiking..? judulnya pun jadul banget.. Alpina.. setau gw udah ga produksi lagi..
Berangkat lah gw ke beberapa toko peralatan hiking yg gw tau.. gw nyari keril yg kapasitas 55 atau 60 liter.. sebatas yg aku mampu.. :) secara juga gw ga bakalan sanggup ngangkat keril yg segede kulkas dua pintu.. :))
Gw nyari keril buatan lokal aja.. tp ga malu-maluin kalo dibawa keluar negeri.. :p tau kapan gw keluar negerinya? ah.. entahlah... secara gw ga bakalan sanggup beli yg kaya Deuter atau Karrimor.. lagipula palingan dibawa kemping doank ke sukman... :)) Sebenernya udah dapet sih yg diincer.. Eiger Exelciors 55.. kaya yg diatas bentuknya... *kok ga bisa gw taro dibawah ya gambarnya?* tanya kenapa... dasar gaptek... :)) Gw nyari pilihan laen sih.. kaya Consina atau yg lain? Tadi sore sepulang kantor, iseng-iseng mampir ke sebuah toko di bilangan Mangga Besar yg mo kearah Ragunan.. ada sih keril Consina tp yg segede kulkas dan keril-keril dua merk terkenal diatas.. :( gw tanya ke yg jaga ada yg 55 atau 60 ga? tp yg jawab cuma bikin dongkol doank.. males-malesan banget jawabnya.. x( disangkanya gw ga mampu beli apa??? ga tau apa dia kalo pembeli itu raja? layani lah raja mu dgn benar wahai hambaku... hahahaha... mungkin lg dapet kali ya yg jaganya, padahal dia cowo loh.. :)) ah sudahlah... buat temen-temen, mungkin bisa kasih masukan buat saya... thanks a lot yah... :)
Hi, I am Earth...
today, I'm not feeling well... my skin is irritated...
my lungs are polluted... my blood is contaminated...
I have a fever...
and no one cares about me...
Can you heal me, please? Attachment: earth.jpg
Persembahanku Untuk Wanita Pagi ini, 18 Agustus 2007 aku menerima sms dari seorang teman baikku. Seorang wanita. Sms tersebut menyebutkan bahwa dia menyukai seorang pria yang wajahnya cukup di kenal di televisi belakangan ini. Kebetulan aku cukup kenal dengan presenter muda berbakat itu dan kami sesekali sms-an saling menanyakan kabar masing-masing. Kepada temanku itu aku berkata, "Sangat manusiawi hehehe… Tetapi dia sudah punya kekasih. Kalaupun belum kamu mesti bersaing dengan ratusan wanita yang mungkin memiliki rasa yang sama. Coba aja.." Sejujurnya, aku sudah sering mendengar teman-teman wanitaku sharing dia menyukai pria ini, pria itu dan …entah siapa lagi selanjutnya. Bahkan aku pernah membaca blog seorang wanita yang aku kenal baik, di dalamnya ia menulis bagaimana ia suka dengan seorang pria dan sangat berharap dapat menjadi kekasihnya. Ia merindukan sang arjuna yang belum tentu tahu apa yang ia rasakan. Bagai pungguk merindukan bulan. Kasihan… Di usiaku yang sudah menginjak 28 tahun, tentunya aku memiliki banyak teman, pria dan wanita yang sebaya denganku. Kalaupun di bawah atau di atas, usianya tidak jauh-jauh dari angka tersebut. Aku coba untuk merenung, kenapa beberapa—bahkan mungkin banyak—teman wanitaku atau lebih tepatnya para wanita belum menemukan seorang pria yang bakal menjadi pasangan hidupnya. Padahal setahuku, bagaimanapun minus-nya seorang wanita (kalau ia menganggap dirinya demikian), paling tidak pernah satu kali "ditembak" pria, dengan kalimat ini, "Aku menyukaimu" atau "Bersediakah engkau menjalani hubungan yang lebih serius denganku?". Kenapa aku bisa begitu yakin? Mari aku ceritakan: Selama 5 tahun lebih aku bekerja di sebuah rumah produksi yang menayangkan acara Solusi di salah satu stasiun televisi swasta itu, banyak kisah nyata mirip Cinderella yang aku temukan. Ini benar-benar nyata! So real!! Bukan sinetron, bukan film. Sebut saja Maria Beatrix, gadis yang pernah dijuluki "si buruk rupa" dengan bentuk tangan dan kaki yang sama sekali tidak sempurna, menggunakan kursi roda, namun menemukan "pangeran" yang baik hati berdarah Inggris. Pria ini begitu setia mendampinginya bahkan berhasil mengajarinya berenang. Hari ini mungkin mereka sudah menikah. Ada juga Indrawati, manusia terpendek Indonesia yang pernah masuk MURI karena bisa melahirkan dengan normal. Kalau melihat bentuk fisiknya, sangat tidak sempurna, namun menemukan seorang suami dari kalangan terhormat dan sangat mencintainya dengan sepenuh hati. Di Bandung, kami juga memiliki narasumber si pelukis Patricia Saerang, seorang yang melukis dengan kakinya atau mulutnya karena tidak memiliki tangan. Namun menemukan pria berdarah Eropa yang sangat mencintainya. Hari ini mereka sudah menikah dan hidup bahagia. Jadi, kalau mau banding-bandingan dengan wanita-wanita yang aku sebutkan diatas, bagaimana mungkin kalau teman-teman wanita ku itu belum bisa menemukan "sang pangeran cinta"? Bulsyetttttt!!!! Kalau mau banding-bandingan, teman-teman wanitaku itu tergolong wanita yang cantik, dengan fisik yang nyaris sempurna dan memiliki pekerjaan yang bagus. Setelah aku analisa, inilah inti permasalahannya: Ternyata banyak wanita tidak tahu kuncinya. Untuk membuka baut ukuran 12, kita harus menggunakan kunci ring atau kunci pas dengan ukuran yang sama, 12. Sebut saja hal apa lagi yang lain sebagai perumpamaan. Dari zaman Adam dan Hawa sampai sekarang, wanita memang didesain untuk tidak memulai terlebih dahulu dalam hal cinta. Ekstrimnya, wanita dilarang jatuh cinta terlebih dahulu dan mengejar-ngejar pria. Karena wanita memang tidak di desain untuk itu. Perihal ada budaya di daerah tertentu dimana pria di lamar oleh wanita, aku sangat tidak berminat membahasnya. Dan sampai hari aku masih menganggapnya sebuah keanehan. Aneh!!!! Namun aku menghormatinya. Aku suka kata-kata ini: Cowok menang milih, cewek menang nolak!!! Kedengarannya win-win solution. Ya… bisa begitu. Cowok memang bisa memilih wanita mana saja yang dia suka. Cowok bisa saja jatuh cinta dengan wanita mana saja yang hatinya memang "jatuh". Toh, sampai hari ini jumlah cewek di dunia ini jauhhhhhhhhhhhhhhh lebih banyak dari cowok. Di Batam, para wanita bahkan sering bertengkar memperebutkan pria, karena komposisi antara wanita dan pria di kota ini memang sangat tidak seimbang. Jumlah wanitanya jauhhhhhhhhhhhhhhhh lebih banyak dari pria. Cowok kalau nembak cewek ditolak, respon selanjutnya ada dua, pertama: mencoba lagi untuk kedua, ketiga, keempat, atau kesekian kalinya atau kedua, tidak melanjutkan dan berkelana mencari yang lain lagi. Toh, jumlah wanita jauhhhhhhhhhhhh lebih banyak dari pria. Dan harga diri seorang pria tidak akan turun dan tercabik-cabik hanya karena cintanya ditolak. Karena pria seorang pejuang sejati, dia pasti akan mencoba dan mencoba lagi. Sampai dapat! "Emang cewek elo doang??" . Pikiran seperti itu ada kadang di sana . Tetapi kalau wanita begitu agresif terhadap pria, lalu kemudian ditolak hehhee… Jawab sendiri kata yang tepat untuk itu. Pria dan wanita sama-sama didesain untuk menjadi pemenang. Menang! Cowok menang milih, cewek menang nolak. Masalahnya sekarang banyak wanita yang mencoba untuk merubahnya menjadi: Cewek menang milih. Jadi kalau cewek menang milih…maka berarti cowok menang nolak! Bagi para cowok, kalau ditolak adalah hal yang biasa. Memang sedih untuk sesaat. Tapi tidak untuk meratapinya. Lagipula cowok didesain lebih banyak "bermain" pikiran, daripada perasaan. Masalahnya, apakah para cewek siap kalau ditolak cowok setelah "menang" milih cowok yang mana aja??? Untuk menjawab pertanyaan ini, aku mau membagikan hal ini kepada para wanita, khususnya. Paling tidak ada dua wanita yang paling dekat denganku, yang aku ketahui sangat bahagia. Pertama adalah ibuku sendiri. Ya, mama. Ibuku melepaskan masa gadisnya ketika usianya 23 tahun, dilamar ayahku, seorang pria tampan berumur 32 tahun dengan tubuh proposional. Ketika pertama kali bertemu ibuku, ayahku benar-benar jatuh cinta kepadanya. Padahal saat itu, seorang wanita sedang tergila-gila kepadanya dan menjadi begitu agresif. Ia ingin memiliki ayahku. Tetapi sebenarnya pria tidak bisa berdusta, dan jarang berpura-pura. Ayahku tidak mencintainya. Namun wanita itu memaksanya. Ayahku pria sejati yang harus selalu memulai dan tidak bisa didahului seperti itu. Kepada ibukulah, ayahku jatuh cinta. Mereka menikah pada tahun 1978. Ayahku berkali-kali jatuh cinta dengan wanita yang sama, yaitu ibuku. Usia pernikahan mereka sudah 29 tahun dan perkawinan mereka bertambah kuat dari hari ke hari. Aku pikir, ibuku adalah wanita yang paling bahagia di bumi ini karena dia tahu kuncinya. Dia dicintai dan diperlakukan bak ratu. Kemudian yang kedua, saudaraku satu-satunya. Adik perempuanku yang manis itu. Di usianya yang 26 tahun seorang pria yang sangat mencintainya dan telah setia menunggunya selama 6 tahun, menyatakan keinginannya untuk menghabiskan waktunya nanti bersamanya. Meskipun enam tahun yang lalu, adikku tidak meresponinya, namun akhirnya ia luluh juga. Kali ini adikku tahu kuncinya: bahwa wanita didesain untuk DICINTAI dan bukan memulai untuk mencintai. Sebelumnya, aku tahu adikku berharap dapat menjalani hubungan dengan seorang pria gagah dari angkatan laut. Namun pria itu ternyata tidak sepenuh hati mencintainya. Ia sadar, bahwa ia harus melupakan pria itu dan memberi kesempatan untuk yang lain. Hari ini adikku, diperlakukan bak ratu oleh kekasihnya. Begitu dicintai, dilindungi, diperhatikan dan hubungan mereka semakin menunjukkan kualitas yang semakin baik, hari ke hari. Aku pikir, adikku wanita yang paling bahagia saat ini. Karena seorang pria datang kepadanya dan mencintainya dengan sepenuh hati dan sepenuh jiwa. Sebaliknya, aku menemukan ada wanita yang memulai terlebih dahulu, begitu agresif dan sangat mencintai seorang pria dan akhirnya memang mendapatkannya dan bahkan menikah dengannya. Namun sayang, sesungguhnya dia tidak pernah mendapatkan cinta dari suaminya. Karena suaminya punya cinta yang lain. Dan wanita itu harus membayar harganya. Sangat mahal. Ia harus berkorban selama perkawinannya berlangsung. Ia harus berkorban materi yang terus-menerus dan yang paling menyedihkan selalu korban perasaan. Padahal bukankah seharusnya suaminya yang memenuhi kebutuhan materinya? Muka mereka menjadi begitu kusut dan tubuh mereka menjadi begitu kering. Karena tidak 'disirami' cinta suaminya. Karena sekali lagi, suaminya punya cinta yang lain. Para wanita, daripada engkau mencintai pria yang tidak mencintaimu, atau hanya sekedar berpura-pura mencintaimu, mengapa engkau tidak belajar mencintai pria yang sangat mencintaimu dan memperlakukanmu dengan begitu berharga? Mungkin awalnya engkau tidak begitu menyukainya. Namun jika mengingat bahwa ia begitu mencintaimu, mengapa wanita tidak mencoba untuk BELAJAR mencintainya dan memberinya kesempatan. Percayalah bahwa dalam kamus pria tidak ada istilah BELAJAR mencintai. Mau wanita yang ditujunya seperti apa, mau gemuk, mau pendek, mau rada tulalit atau sebut saja kekurangan lainnya, percayalah bahwa pria adalah makhluk yang jatuh cinta, bukan belajar untuk mencintai. Tetapi, wanita bisa BELAJAR mencintai. Tatkala melihat kegigihan seorang pria yang tidak pernah berhenti menakhlukkan hatinya, tatkala melihat pengorbanan, perhatian dan kasih sayang yang diberikan, aku mendengar banyak kesaksian akhirnya wanita menyerah. Berdasarkan apa yang aku lihat, bahkan aku mengadakan riset untuk hal ini, wanita yang bijak adalah wanita yang jatuh cinta dengan pria yang terlebih dahulu jatuh cinta kepadanya. Bukan jatuh cinta dengan pria yang pura-pura jatuh cintanya kepadanya. Bagi pria, Anda dilarang untuk berpura-pura jatuh cinta. Karena setelah engkau menjalaninya, lama-lama pura-pura itu akan hilang dan engkau pasti akan berkelana mencari cinta yang lain. Bukan yang pura-pura. Karena bagaimanapun engkau tidak bisa membohongi dirimu sendiri. Kalau aku mencoba untuk pura-pura mencintai wanita yang pernah sangat mencintaiku, mungkin hari ini aku sudah memiliki anak dengannya dan sudah menjadi orang kaya secara materi. Tetapi aku pasti membuatnya menderita karena kepura-puraan itu. Aku akan berkelana mencari cinta yang lain. Dan itu sangat menyakitkan. Karena hubungan itu sudah sampai kepada pernikahan, mau tidak mau kita harus tetap meneruskannya, kalau tidak mau anak-anak yang menjadi korban perceraian. Namun harganya terlalu mahal untuk dibayar. Para pria tidak dibenarkan untuk menjadi begitu brengsek dan memanfaatkan wanita yang jatuh cinta kepadanya, sementara itu sendiri punya cinta yang lain. Para pria tidak dibenarkan menjadi begitu bejat untuk memanfaatkan uang, fasilitas dan materi yang diberikan oleh wanita yang mencintainya, dengan harapan bisa mendapatkan cinta sang pria. Itu pria yang licik dan pengecut. Untuk para wanita, mungkin kalian gelisah di usia yang hampir menginjak kepala tiga belum menemukan pasangan sejati. Mungkin ia sudah datang, tetapi Anda menolaknya. Karena memang anda didesain untuk "menang nolak". Tetapi mungkin saja anda lupa kuncinya. Kuncinya adalah anda sebaiknya jangan memulai terlebih dahulu dan kalau sulit menjangkaunya, anda menjadi begitu agresif. Anda harus tahu kuncinya bahwa anda didesain untuk dicintai dan diperlakukan bak ratu. Bukan menjadi seorang yang mengejar-ngejar pria. Berulang kali kukatakan kepada teman-teman wanitaku. "Kalau ada seorang pria yang datang kepada kalian dan menyatakan cintanya, berpikirlah dua kali untuk menolaknya." Jangan sampai anda menyesal di kemudian hari. Aku tidak menyarankan kalian untuk terburu-buru menjawab, "Ya". Aku hanya mengatakan, "Berpikir dua kali terlebih dahulu untuk menolaknya." Siapa tahu, ini cinta sejatimu? Wanita, anda begitu berharga. Ciptaan terindah. Anda ditentukan untuk begitu dicintai, dikagumi, dilindungi, dikasihi, diperhatikan, diayomi dan aku tidak tahu harus menyebutnya apa lagi… Kalian ditentukan untuk diperlakukan bak ratu setiap hari. Karena manusia ditentukan untuk hidup berpasang-pasangan, hai para wanita, bersiap-siaplah seorang pangeran cinta datang kepadamu, menyatakan betapa ia ingin menghabiskan waktunya bersamamu, dan memberikan seluruh cintanya kepadamu. Namun, ketika pangeran cinta itu datang, apakah engkau akan langsung menolaknya? atau "berpikirlah dua kali untuk berkata 'tidak'", karena siapa tahu ini orang yang akan memperlakukanmu bak ratu. Tidak peduli bentuk fisikmu, tidak peduli tingkat pendidikanmu bahkan tidak peduli masa lalumu. Ia akan datang dengan kata-kata ini, "Aku mencintaimu walaupun….." Tulisan ini aku dedikasikan untuk para wanita – Ciptaan Terindah - By Kendrick Sumolang
Kepada sahabatku, malaysia Hai, sahabatku malaysia . Bagaimana kabarmu menjelang lebaran kali ini? Wah, tentunya sudah banyak persiapan serta kesibukan yang menyita waktu karena sebentar lagi idul fitri akan tiba. Tapi, walaupun sibuk, jangan lupa untuk mengeluarkan zakat fitrahnya ya... ingat lho, ini kewajiban. Hai sahabatku malaysia . Di lebaran nanti jangan lupa putar lagu Rasa Sayange ya, ups lupa... lagu 'rasa sayang hey'. Lagu itu memang punya irama yang bagus dan punya nuansa yang mengasyikkan buat siapapun untuk berbalas pantun. Karena aku tahu di sana tidak punya lagu-lagu yang bagus, makanya kamu bilang bahwa lagu 'rasa sayang hey' itu adalah lagumu. Tenang saja, aku nggak marah kok, sebab aku punya ribuan lagu lainnya. Kamu mau? Hai sahabatku malaysia . Jangan lupa ya lebaran nanti kamu pasti dikunjungi oleh saudara- saudaramu. Wah, di rumah pasti sibuknya luar biasa. Piring yang kotor, gelas yang berantakan, karpet yang terkena tumpahan kuah, atau sampah yang berserakan. Sahabatku, kamu jangan khawatir. Sebab, saudaraku akan memberesi semua yang berantakan itu. Kalau saudaraku tidak bekerja sesuai keinginanmu, ya sudah dicambuk saja, disuruh loncat dari jendela, atau gajinya nggak usah diberi. Bukannya kamu selama ini juga begitu? Hai sahabatku, malaysia . Di saat lebaran nanti, jangan marah ya kalau ada asap yang juga ikutan menyambangi rumah-rumahmu. Karena hanya itu oleh-oleh yang bisa aku berikan kepadamu. Meski sebenarnya aku ingin memberikan buah-buahan kepadamu, tetapi kamu lupa ya kalau pohon-pohonku sudah kamu ambil. Masak sih kamu bisa lupa? Kan hutan di Sumatera dan Kalimantan sekarang sudah habis olehmu. Hai sahabatku, malaysia . Di lebaran nanti kamu pakai apa? Tentu kamu akan pakai batik motif perang itu kan ? Wah, kalau itu sih memang bagus sekali. Di sini, kamu bisa lihat motif itu di Yogyakarta . Sama? Memang sama, tapi kan katanya kamu yang punya dan asli dari sana . Apalagi ketika kamu pakai batik kamu sedang menyantap ketupat dengan lauknya rendang daging yang kamu bilang asli buatan sana . Aku pernah lho dapat kiriman darimu, sekotak rendang daging dengan tulisan MADE IN malaysia . Hmm, memang enak. Jangan khawatir kalau kamu kekurangan resep makanan dan masakan, kamu tinggal bilang saja. Di sini ada ribuan resep khas Indonesia yang boleh kamu ambil. Tenang saja aku nggak marah kok, bahkan kalau kamu bilang khas dan asli dari malaysia pun aku nggak marah. Hai sahabatku, malaysia . O ya menjelang lebaran nanti tanggal 10 Oktober ada astronotmu kan yang akan terbang ke luar angkasa dengan Soyuz. Wah, selamat ya. Aku turut senang lho. Ternyata tidak sia-sia bapak-ibu guru kami mengajari anak-anak malaysia pendidikan. Bahkan sampai sekarang pun masih banyak kan profesor Indonesia yang mengajar di sana . Wah, kalau kamu lupa terhadap siapa gurunya, ya nggak apa-apa. Karena bagi aku guru itu adalah pahlawan, pahlawan tanpa tanda jasa. Jadi kalau kamu melupakan sejarah dan kenyataan itu ya wajar saja. Hai sahabatku, malaysia . Suatu saat nanti aku akan berlebaran di sana . Tapi apakah kamu ingat dengan namaku? Ya, namaku INDONESIA dan bukan 'indon'. Kalau kamu lupa sih ya nggak apa-apa. Toh, selama ini kamu juga sering lupa. Maklum kamu kan orang muda yang ngakunya tua bangka. He he he he.... Hai sahabatku malaysia kenapa kamu garang ketika lagu-laguku diputar di sana , apakah karena kamu tidak bisa menciptakan lagu sendiri... hanya lagu isabela adalah.... hahahah lagu kami banyak dan musisi kami juga banyak coba denger deh pasti enak-enak jangan marah donk kalau engga bisa bikin lagu... Hai sahabatku malaysia , kamu engga punya alat musik sendiri ya, ketika alat musikku angklung dibuat dari bambu yang kamu klaim milik kamu, ternyata wargamu belajar angklung dari Bandung ... tenang aja kami punya alat musik masih banyak, kamu tinggal pilih sendiri hehehehe, kasihan kalian tidak punya darah seni...heheheheh. .. Hai sahabatku malaysia , kalian selalu menganggap warga kami sebagai pembuat onar, tetapi media massamu mengatakan kejahatan dilakukan oleh wargamu sendiri, lempar batu sembunyi tangan hahahaha, biasa tabiat orang muda tidak mau tanggung jawab. Hai sahabatku malaysia selamat ya ketika kamu klaim pulau sipadan dan ligitan sebagai wilayahmu, kami maklum karena sempitnya wilayahmu sehingga kamu minta setitik pulau kami, tenang kami tidak marah karena kami punya jutaan pulau kamu tinggal pilih saja. Hai sahabatku malaysia kamu klaim budaya Dayak sebagai budayamu, padahal kamu hanya numpang sedikit wilayah Borneo , apa karena tidak mempunyai kebudayaan sehingga kamu mengambil budaya kami.. tenang kami punya suku lain kok ada Sunda, Jawa, Menado, Papua, Ambon , adakah yang kamu tertarik untuk diakunya lagi... kasian ya suka ngaku-ngaku Hai sahabatku malaysia, katanya kamu mengaku sebagai negara Islam tetapi, kamu melegalkan judi sebagai pendapatan negera, hahaha, maka kamu masuklah Islam secara keseluruhan, apakah kamu belajar Islam membolehkan berjudi hehehehh, makanya belajar Islam dari sumbernya.. kami memiliki kyai dan ustad yang banyak, kalau perlu belajarlah di sini akan kami sambut dengan senang hati. Ya sudah sahabatku, malaysia . Di bulan yang baik dan berkah ini, kuucapkan kepadamu untuk menikmati lebaran dengan enak ya. Jangan sedih.... aku, Indonesia , nggak apa-apa kok. Aku selalu paham kok kalau kamu memang begitu, dan memang sifatnya begitu. Aku juga paham kamu begitu karena kamu tidak memiliki jadi kamu curi saja semua dari ku sahabatmu Indonesia , tapi sebagai sahabat yang baik aku telah memaafkan semuanya, karena aku tau kamu kekurangan jadi kamu terpaksa harus mencuri...dariku semoga Allah memberkati dan memaafkan atas tindakanmu itu... Selamat idul fitri, sahabatmu Indonesia yang selalu memaafkan kesalahanmu, karena aku lebih bijaksana dan pengertian.. .. hahahaha Dari sahabat sejatimu, Indonesia PS: Eh, aku punya lagu lebaran yang dinyanyikan BIMBO. Kamu mau ambil nggak? nb: original message by arulkhana title "Kepada sahabatku, Malaysia "
SURAT DARI TAHUN 2070
Dokumen ini dipublikasi di majalah "Crónica de los Tiempos" April 2002. (Translation in free bahasa: Yuliana Suliyanti, Aug 2007)
Aku hidup di tahun 2070. Aku berumur 50 tahun, tetapi kelihatan seperti sudah 85 tahun.
Aku mengalami banyak masalah kesehatan, terutama masalah ginjal karena aku minum sangat sedikit air putih. Aku fikir aku tidak akan hidup lama lagi. Sekarang, aku adalah orang yang paling tua di lingkunganku.
Aku teringat disaat aku berumur 5 tahun Masih banyak pohon di hutan dan tanaman hijau di sekitar, setiap rumah punya halaman dan taman yang indah, dan aku sangat suka bermain air dan mandi sepuasnya.
Semua sangat berbeda. Sekarang, kami harus membersihkan diri hanya dengan handuk sekali pakai yang dibasahi dengan minyak mineral.
Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan. Sebelumnya, ayahku mencuci mobilnya dengan menyemprotkan air langsung dari keran ledeng.
Sekarang, anak-anak tidak percaya bahwa dulunya air bisa digunakan untuk apa saja. Sekarang, kami harus mencukur habis rambut untuk membersihkan kepala tanpa menggunakan air.
Aku masih ingat seringkali ada pesan yang mengatakan: "JANGAN MEMBUANG BUANG AIR" Tapi tak seorangpun memperhatikan pesan tersebut. Orang beranggapan bahwa air tidak akan pernah habis karena persediaannya yang tidak terbatas.
Sekarang, sungai, danau, bendungan dan air bawah tanah semuanya telah tercemar atau sama sekali kering. Pemandangan sekitar yang terlihat hanyalah gurun-gurun pasir yang tandus. Infeksi saluran pencernaan, kulit dan penyakit saluran kencing sekarang menjadi penyebab kematian nomor satu.
Industri mengalami kelumpuhan, tingkat pengangguran mencapai angka yang sangat dramatik. Pekerja hanya dibayar dengan segelas air minum per harinya. Banyak orang menjarah air di tempat-tempat yang sepi.
80% makanan adalah makanan sintetis.
Sebelumnya, rekomendasi umum untuk menjaga kesehatan adalah minum sedikitnya 8 gelas air putih setiap hari. Sekarang, aku hanya bisa minum setengah gelas air setiap hari.
Sejak air menjadi barang langka, kami tidak mencuci baju, pakaian bekas pakai langsung dibuang, yang kemudian menambah banyaknya jumlah sampah. Kami menggunakan septic tank untuk buang air, seperti pada masa lampau, karena tidak ada air.
Manusia di jaman kami kelihatan menyedihkan: tubuh sangat lemah; kulit pecah-pecah akibat dehidrasi; ada banyak koreng dan luka akibat banyak terpapar sinar matahari karena lapisan ozon dan atmosfir bumi semakin habis.
Karena keringnya kulit, perempuan berusia 20 tahun kelihatan seperti telah berumur 40 tahun.
Sedikitnya jumlah pepohonan dan tumbuhan hijau membuat ketersediaan oksigen sangat berkurang, yang membuat turunnya kemampuan intelegensi generasi mendatang.
Para ilmuwan telah melakukan berbagai investigasi dan penelitian, tetapi tidak menemukan jalan keluar. Manusia tidak bisa membuat air.
Morphology manusia mengalami perubahan... …yang menghasilkan anak-anak dengan berbagai masalah defisiensi, mutasi, dan malformasi.
Pemerintah bahkan membuat pajak atas udara yang kami hirup: 137 m3 per orang per hari. [31,102 galon] Bagi siapa yang tidak bisa membayar pajak ini akan dikeluarkan dari "kawasan ventilasi" yang dilengkapi dengan peralatan paru-paru mekanik raksasa bertenaga surya yang menyuplai oksigen.
Udara yang tersedia di dalam "kawasan ventilasi" tidak berkulitas baik, tetapi setidaknya menyediakan oksigen untuk bernafas. Umur hidup manusia rata-rata adalah 35 tahun.
Beberapa negara yang masih memiliki pulau bervegetasi mempunyai sumber air sendiri. Kawasan ini dijaga dengan ketat oleh pasukan bersenjata. Air menjadi barang yang sangat langka dan berharga, melebihi emas atau permata.
Disini ditempatku tidak ada lagi pohon karena sangat jarang turun hujan. Kalaupun hujan, itu adalah hujan asam. Tidak dikenal lagi adanya musim. Perubahan iklim secara global terjadi di abad 20 akibat efek rumah kaca dan polusi. Kami sebelumnya telah diperingatkan bahwa sangat penting untuk menjaga kelestarian alam, tetapi tidak ada yang peduli.
Pada saat anak perempuanku bertanya bagaimana keadaannya ketika aku masih muda dulu, aku menggambarkan bagaimana indahnya hutan dan alam sekitar yang masih hijau. Aku menceritakan bagaimana indahnya hujan, bunga, asyiknya bermain air, memancing di sungai, dan bisa minum air sebanyak yang kita mau. Aku menceritakan bagaimana sehatnya manusia pada masa itu.
Dia bertanya: Aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku... - Ayah! Mengapa tidak ada air lagi sekarang ?
Aku tidak dapat menghilangkan perasaan bersalah, karena aku berasal dari generasi yang menghancurkan alam dan lingkungan dengan tidak mengindahkan secara serius pesan-pesan pelestarian... dan banyak orang lain juga!
Aku berasal dari generasi yang sebenarnya bisa merubah keadaan, tetapi tidak ada seorangpun yang melakukan.
Sekarang, anak dan keturunanku yang harus menerima akibatnya.
Sejujurnya, dengan situasi ini kehidupan di planet bumi tidak akan lama lagi punah, karena kehancuran alam akibat ulah manusia sudah mencapai titik akhir.
Aku berharap untuk bisa kembali ke masa lampau dan meyakinkan umat manusia untuk mengerti apa yang akan terjadi ... ... Pada saat itu masih ada kemungkinan dan waktu bagi kita untuk melakukan upaya menyelamatkan planet bumi ini!
Kirim surat ini ke semua kenalan anda, walaupun hanya berupa pesan, kesadaran global dan aksi nyata akan pentingnya melestarikan air dan lingkungan harus dimulai dari setiap orang. Persoalan ini adalah serius dan sebagian sudah menjadi hal yang nyata dan terjadi di sekitar kita. Lakukan untuk anak dan keturunanmu kelak.
AIR DAN BUMI DEMI MASA DEPAN!
Auteur : Ria Ellwanger, en collaboration avec Lopez Chavez Ariel Alahin riaellw@globo.com, alainlopez909@hotmail.com Texte : revue "Crónica de los Tiempos", d'avril 2002. Musique: Chopin - Tristesse
Tuhanku yang selalu kuserukan dalam doa.. selamanya seumur hidupku.. dan napasku yang selalu kuhirup di setiap waktu.. hanya pada Mu kupasrahkan hidupku.. di bawah langit biru kuserukan nama Mu.. karena ku tahu Engkaulah Tuhanku.. di atas rumput hijau kubersujud pada Mu.. karena ku tahu akulah hamba Mu ya Allah...
masih ku menahan tetes airmata.. saat ku berdiri di tanah Mu yang suci.. tak henti memuji mulut ini berdzikir.. saat ku melihat surga hati disini.. sejenak pandangi rumah Mu yang indah.. tak pejamkan mata, tak dapat ku bicara.. ku ingin berlari 'tuk menggapai Mu.. tak sabar menanti 'tuk panjatkan doa pada mu.. kuingin disini, ingin tetap disini.. bila kupulang nanti izinkan ku kembali.. kuingin disini, ingin tetap disini.. bila kupulang nanti panggil aku lagi...
sembah sujudku ya Allah.. atas segala rahmat Mu.. yang Kau berikan di dalam kehidupan.. sembah sujudku ya Rabbi.. ampuni segala dosaku.. yang pernah aku lakukan.. hanya pada Mu tempatku memohon.. sembah sujudku ya Allah.. meski yang kini aku rasakan.. ku tahu semua dari Mu ya Allah.. hidup matiku adalah kuasa Mu.. sembah sujudku ya Allah...
saat dunia berhenti berputar.. saat manusia tak sanggup lagi berharap.. ketika mentari tak sanggup lagi berjanji.. menyinari dunia yang 'tlah kau singgahi.. mampukah kau untuk berbagi.. tanpa hasrat ingin diberi.. di hadapan Nya.. di hadapan Mu ya Allah.. sesungguhnya manusia takkan bisa menikmati surga.. tanpa ikhlas di hatinya.. sesungguhnya manusia takkan bisa menyentuh nikmat Nya.. tanpa tulus di hatinya...
menjalani hitam putih hidupku membuatku mengerti.. arti hadir Mu dalam setiap langkah-langkahku berarti.. melewati setiap detik waktuku bersama takdir Mu.. membuatku mengerti hanyalah pada Mu ku kembali.. kubersujud kepada Mu.. memohon ampunan Mu.. adakah jalan untukku.. 'tuk kembali pada Mu.. akulah para pencari Mu ya Allah.. akulah yang merindukan Mu ya Rabbi.. tunjukkan ku jalan yang lurus.. untuk kutapakkan langkahku.. akulah para pencari Mu ya Allah.. akulah yang merindukan Mu ya Rabbi.. hanya di tangan Mu ya Allah.. tempat kupasrahkan hidupku...
Suatu ketika, hiduplah seorang penebang kayu yang masih muda. Dia tinggal bersama seorang istri yang baik. Setiap hari, penebang ini pergi ke hutan, dan menebang setiap pohon yang layak untuk dipotong, lalu menjualnya ke kota.
Pada suatu pagi, si Penebang berkata pada istrinya, "Bu, aku akan menebang 10 pohon hari ini. Aku merasa, aku masih kuat untuk itu semua." Sang istri merasa senang. Ia pun lalu melepas kepergian suaminya ke hutan. Betul saja, di senja hari, Penebang itu kembali dengan membawa uang hasil penjualan 10 pohon.
Hal itu terus berlaku dari hari ke hari. Pagi-pagi sekali, Penebang muda itu selalu bergegas pergi untuk menebang pohon. Namun, lama kemudian, hasil yang didapat dirasakan makin menurun.
Minggu berikutnya, si penebang hanya mampu menghasilkan 8 pohon. Lalu 6 pohon di minggu berikutnya. Sampai akhirnya si penebang muda ini cuma mampu menebang 3 pohon.
"Ah, mengapa ini semua terjadi. Bukankan aku masih muda dan kuat?" keluh si Penebang, "Untuk orang seusiaku, pasti bisa lebih banyak pohon yang dapat ditebang." Sang istri hanya mendengarkan. "Hmm... Atau apakah aku sudah mulai tua?" keluhnya lagi.
Istrinya yang semula diam, mulai angkat bicara, "Suamiku, engkau memang masih muda, dan ya, aku yakin, engkau bisa menebang lebih banyak lagi. Namun, engkau juga harus ingat, engkau harus mengasah kapak-kapakmu sebelum pergi bekerja. Sia-sialah semua tenagamu, kalau kau hanya punya kapak yang tumpul. Suamiku, kita tak dapat selalu berharap hasil tebangan yang banyak, kalau kita selalu lupa untuk mengasah kapak yang kita miliki."
***
Sebenarnya, kita adalah si penebang muda tadi. Terlalu sering kita berharap, untuk mendapatkan hasil yang banyak, tanpa berusaha melihat ke dalam diri kita. Terlalu sering kita bermohon kepada Allah, untuk mendapatkan pahala dan imbalan yang sesuai, namun dengan kualitas ibadah yang minim sekali.
Kerapkali, cuma sedikit waktu yang kita berikan untuk mengasah keimanan kita dengan harapan pahala yang berlimpah. Kita sering lupa untuk mengasah semuanya. Padahal di sekeliling kita, ada banyak sekali hal yang bisa dijadikan pengasah batin dan iman kita. Kebajikan-kebajikan sosial, adalah salah satunya.
Pelajaran Pertama Kepemimpinan Seorang raja yang sudah memasuki usia senja sedang mempersiapkan putranya agar suatu ketika kelak dapat menggantikan dirinya. Ia mengirim putranya pada seorang bijak untuk belajar mengenai kepemimpinan. Setelah menempuh perjalanan panjang, bertemulah putra mahkota ini dengan si orang bijak. ''Aku ingin belajar padamu cara memimpin bangsaku,'' katanya. Orang bijak menjawab, ''Masuklah engkau ke dalam hutan dan tinggallah disana selama setahun. Engkau akan belajar mengenai kepemimpinan.'' Setahun berlalu. Kembalilah putra mahkota ini menemui si orang bijak. ''Apa yang sudah kau pelajari?'' tanya orang bijak. ''Saya sudah belajar bahwa inti kepemimpinan adalah mendengarkan,'' jawabnya. ''Lantas, apa saja yang sudah engkau dengarkan?'' ''Saya sudah mendengarkan bagaimana burung-burung berkicau, air mengalir, angin berhembus dan serigala melonglong di malam hari,'' jawabnya. ''Kalau hanya itu yang engkau dengarkan berarti engkau belum memahami arti kepemimpinan. Kembalilah ke hutan dan tinggallah disana satu tahun lagi,'' kata si orang bijak. Walaupun penuh keheranan, putra mahkota ini kembali mengikuti saran tersebut. Setahun berlalu dan kembalilah ia pada si orang bijak. ''Apa yang sudah kau pelajari,'' tanya orang bijak. ''Saya sudah mendengarkan suara matahari memanasi bumi, suara bunga-bunga yang mekar merekah serta suara rumput yang menyerap air. ''Kalau begitu engkau sekarang sudah siap menggantikan ayahmu. Engkau sudah memahami hakekat kepemimpinan,'' kata si orang bijak seraya memeluk sang putra mahkota. Syarat utama kepemimpinan adalah kemampuan mendengarkan. Manusia diciptakan dengan dua telinga dan satu mulut. Ini adalah isyarat bahwa kita perlu mendengar dua kali sebelum berbicara satu kali. Mulut juga didisain tertutup sementara telinga kita dibuat terbuka. Ini juga pertanda bahwa kita perlu lebih sering menutup mulut dan membuka telinga. Prinsip dasar inilah yang sebetulnya perlu dipahami oleh seorang pemimpin dimana pun ia berada, apakah ia memimpin negara, perusahaan, organisasi, rumah tangga maupun diri sendiri. Semua masalah yang terjadi di dunia ini senantiasa bermula dari satu hal: Kita terlalu banyak bicara tapi kurang mau mendengarkan orang lain. Kita memiliki terlalu banyak statement (pernyataan), tetapi terlalu sedikit statesman (negarawan) yang ditandai dengan kemauan untuk mendengarkan pihak lain. Tetapi, mendengarkan dengan telinga sebenarnya baru merupakan tingkat pertama mendengarkan. Seperti yang ditunjukkan dalam cerita di atas, seorang pemimpin bahkan dituntut untuk dapat mendengarkan hal-hal yang tak bisa didengarkan, menangkap hal-hal yang tak dapat ditangkap, serta merasakan hal-hal yang tak dapat dirasakan oleh orang kebanyakan. Seorang pemimpin perlu mendengarkan dengan mata. Inilah tingkat kedua mendengarkan. Dalam proses komunikasi ada banyak hal yang tidak dikatakan tapi sering ditunjukkan dengan tingkah laku dan bahasa tubuh. Orang mungkin mengatakan tidak keberatan memenuhi permintaan Anda, tapi bahasa tubuhnya menunjukkan hal yang sebaliknya. Seorang karyawan yang merasa gajinya terlalu rendah mungkin tidak menyampaikan keluhannya dalam bentuk kata-kata tetapi dalam bentuk perbuatan. Seorang yang merasa bosan dengan lawan bicaranya juga sering menunjukkan kebosanan itu lewat gerakan tubuhnya. Nah, kalau Anda tidak dapat menangkap tanda-tanda ini, Anda belum memiliki kepekaan yang diperlukan sebagai pemimpin. Tingkat ketiga adalah mendengarkan dengan hati. Inilah tingkat mendengarkan yang tertinggi. Penyair Kahlil Gibran menggambarkan hal ini dengan mengatakan: ''Adalah baik untuk memberi jika diminta, tetapi jauh lebih baik bila kita memberi tanpa diminta.'' Kita memberikan sesuatu kepada orang lain karena penghayatan, rasa empati dan kepekaan kita akan kebutuhan orang lain. Disini orang tak perlu mengatakan atau menunjukkan apapun. Kitalah yang langsung dapat menangkap apa yang menjadi kebutuhannya. Komunikasi berlangsung dari hati ke hati dengan menggunakan ''kecepatan cahaya''. Sayang, amat jarang pemimpin di Indonesia yang memiliki kepekaan ini. Jangankan di level ketiga, untuk sampai ke level pertama yaitu mendengarkan dengan telinga saja masih banyak yang belum mampu. Lihatlah apa yang terjadi pada masyarakat kita. Berbagai bencana yang dialami masyarakat, mulai dari banjir, gempa bumi, flu burung, hingga demam berdarah tidak ditanggapi pemerintah dengan serius. Bahkan himbauan dari berbagai kelompok masyarakat kepada para politisi tertentu agar tidak mencalonkan diri karena tergolong politisi busuk dan pelaku KKN dianggap sebagai angin lalu. Orang- orang ini - bahkan yang sudah terbukti tidak mampu sekalipun - masih ngotot mencalonkan dirinya sebagai presiden. Karena itu, marilah kita berdoa agar negara ini tidak lagi dipimpin oleh orang yang ''tuli'', ''bisu'' dan ''buta''. Apalagi oleh orang yang ''buta'' hati nuraninya dan hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri. Sumber: Pelajaran Pertama Kepemimpinan oleh Arvan Pradiansyah, pengamat kepemimpinan dan penulis buku You Are A Leader!
Di sebuah sekolah dasar, suatu saat seorang guru bertanya pada salah satu muridnya: Bu Guru : "Hei Udin tolong jawab pertanyaan ibu yaach...,Kalo ada 5 ekor burung di jendela, kemudian ditembak satu, berapa yang masih tertinggal??????" Udin : "Habis dong Bu, kan lainnya pada terbang" Bu Guru : "Salah, harusnya dijawab masih tinggal 4 ekor, tapi saya seneng kok cara kamu berpikir....." Di saat yang lain Udin balik bertanya pada Bu Guru. Udin : "Bu Guru tolong jawab pertanyaan saya...Kalo ada tiga orang cewek, masing-masing membawa es krim, cewek pertama makan es krim dengan menggenggam contongnya, yang kedua dengan menjilati es krim tersebut, yang ketiga langsung mengulumnya, Manakah diantara cewek itu yang sudah menikah??????????" Bu Guru : "Haaahhhh .....pasti yang makannya dengan mengulum langsung yaaaa" Udin : "Salah.....harusnya dijawab yang sudah pake cincin kawin, tapi saya senang lihat cara berpikir Bu Guru"
di sebuah bunderan yang sangat terkenal di pusat kota jakarta ketika saya sedang menemani dua teman saya hunting...
polisi : lagi foto apa dik? *dengan nada kurang bersahabat* saya : lg foto air mancur Dan (komandan) *sambil mikir jangan2 ga boleh atau bakalan dimintain duit* polisi : ini foto buat apaan? *masih dgn nada agak keras* saya : cuma buat hobby aja kok Dan, ga buat apa-apa.. *dalam hati : rese bgt sih ni polisi* polisi : tapi kok fotonya keatas? *kamera di tripod dan lensa menghadap agak keatas* teman : iya pak, ini lg moto foreground(ngarti kaga tu ya polisi?)nya air mancur trus backgroundnya gedung dan langit pak.. polisi : terdiam.. *mikir kali ya fore/back ground apaan?:)*
setelah beberapa perbincangan lainnya.. lupa awalnya darimana, polisi tersebut mulai berbicara tentang image polisi... *gw denger-denger sih imagenya jelek.. :)*
polisi : tau ga dik, masyarakat tuh taunya polisi itu jeleknya aja.. saya : gitu ya Dan.. polisi : masyarakat taunya polisi itu tukang tilang, tukang pungli atau uang damai.. saya : tersenyum dalam hati.. *pernah ditilang dan kasih uang damai* polisi : polisi itu cape sekali kerjanya, ga pernah libur.. saya : masa sih Dan? polisi : sabtu-minggu aja masuk.. saya : iya Dan, saya juga punya kakak sepupu polisi.. dia Lebaran pun tugas Dan.. polisi : saya bilang sama anak buah saya, awas kalo berani bolos pas Lebaran.. terima akibatnya.. *dengan nada agak mengancam* saya : iya Dan, kasian juga polisi ya.. polisi : iya, masyarakat taunya polisi itu tukang pungli.. itu juga tuh anggota2 DPR.. *dengan nada kesal banget kayanya* saya : emg kenapa anggota DPR Dan? polisi : mereka taunya polisi itu yg jelek2nya aja.. saya akui memang diantara anak2 buah saya ada yang melakukan pungli.. ya ga bisa disalahin, kalo ga gitu mereka ga bisa makan.. saya : loh.. kan mereka digaji Dan? polisi : gaji polisi itu kecil dan ga bisa nutupin biaya operasional.. emg adik kira biaya bensin untuk dinas siapa yg bayarin? kita (polisi) sendiri.. saya : oh gitu ya Dan.. bukannya ada biaya operasional? polisi : ada, tp kecil banget ga mencukupi.. coba kalo pemerintah memerhatikan kesejahteraan polisi, ga bakalan ada pungli-pungli itu.. saya : iya Dan emg harus dari pemerintah yg ngatur.. *sambil ngangguk-ngangguk* polisi : emgnya bensin, service motor/mobil, benerin motor/mobil kalo penyok biaya darimana kalo ngga dari kita sendiri yang biaya-in.. saya : emgnya ga dapet dr pemerintah Dan buat biaya2 itu? polisi : ngga, coba kalo reserse mau nangkep orang misalnya di bandung.. biayanya harus kita nyari sendiri..
polisi itu mencontohkan, misal adik pengusaha.. *on the phone* (polisi)pak, kita mau nangkep orang nih di bandung perlu biaya.. (pengusaha) ya udah sebelum berangkat mampir aja dulu kesini...
polisi : jadinya KKN kan.. ntar kalo dia (pengusaha) butuh bantuan, dia pasti minta balesan ke kita.. kalo kita ga mau, bisa diludahin kita... saya : iya juga sih Dan.. serba salah ya.. polisi : iya, kalo pemerintah mau membersihkan pungli.. ya perhatikan dulu kesejahteraan polisi dulu karena polisi lah yang paling banyak berhubungan langsung dengan masyarakat.. kalo polisinya sejahtera, masyarakat pun akan tertib... saya : iya Dan, emang semuanya harus dimulai dari pemerintah.. kalo pemerintahnya bener mengatur aparatnya, masyarakat juga bakalan tertib... polisi : ya sudah diterusin foto-fotonya, kelamaan ngobrol sama saya ntar ga jadi-jadi motonya.. saya : oh iya, terima kasih Dan...
dan polisi itu pun berlalu menjauhi kami...
saya bukan membela polisi atau menghujat pemerintah..
tapi kita hanya perlu mendengarkan cerita dari kedua sisi...
sebuah ironi...
ah.. entahlah...
sebuah lagu yang sempurna untuk seseorang yang sempurna... song by Andra & The Backbones kau begitu sempurna dimataku kau begitu indah kau membuat diriku akan selalu memujimu disetiap langkahku ku kan selalu memikirkan dirimu tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu janganlah kau tinggalkan diriku takkan mampu menghadapi semua hanya bersamamu ku akan bisa kau adalah darahku kau adalah jantungku kau adalah hidupku lengkapi diriku oh sayangku, kau begitu sempurna.. sempurna.. kau genggam tanganku saat diriku lemah dan terjatuh kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku kau adalah darahku kau adalah jantungku kau adalah hidupku lengkapi diriku oh sayangku, kau begitu sempurna.. sempurna...
My life is brilliant. My love is pure. I saw an angel. Of that I'm sure. She smiled at me on the subway. She was with another man. But I won't lose no sleep on that, 'Cause I've got a plan.
You're beautiful. You're beautiful. You're beautiful, it's true. I saw you face in a crowded place, And I don't know what to do, 'Cause I'll never be with you.
Yeah, she caught my eye, As we walked on by. She could see from my face that I was, Fucking high, And I don't think that I'll see her again, But we shared a moment that will last till the end.
You're beautiful. You're beautiful. You're beautiful, it's true. I saw you face in a crowded place, And I don't know what to do, 'Cause I'll never be with you. You're beautiful. You're beautiful. You're beautiful, it's true. There must be an angel with a smile on her face, When she thought up that I should be with you. But it's time to face the truth, I will never be with you...
| |